semuanya ditutup dengan sajak syukur kepada Yang kuasa.
Kini biarkan aku terlelap di antara waktu yang melambat,
hingga pagi dan matahari kembali menepati janji tuk merapat.
-
Kapankah terakhir kali kamu berdoa sebelum tidur? Seberapa sering badan itu terlampau lelah, hingga melupakan ritual yang selalu kita lakukan sebelum tidur sejak kita kecil? Setiap orang memiliki jawabannya masing-masing.
Mungkin sekarang, tidak ada Ibu atau Ayah untuk memimpin sebuah doa saat kita akan memejamkan mata. Bahkan mungkin tidak ada seorangpun yang mengingatkan kita untuk melakukan hal kecil ini sebelum mimpi merenggut kesadaran kita. Suatu waktu ada yang pernah bertanya, "kenapa sih, aku harus berdoa sebelum tidur?". Mungkin memang tak pernah ada jawaban yang memuaskan hatinya. Tapi bukankah alangkah baiknya kita mengucap syukur atas hari yang telah diberikan kepada kita? Atas segala kesempatan, kejadian, pengalaman, dan berjuta alasan lainnya yang telah dilimpahkan kepada kita oleh-Nya. Sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak mengucap syukur. Bahkan dalam keadaan sehina dan sekotor apapun dirimu.
Selain itu? Apapun yang akan kau doakan sebelum tidur, itu urusanmu masing-masing. :)
Tulisan ini bukan untuk menggurui, dan tidak bermaksud memancing suatu reaksi lebih. Hanya sebuah visualisasi dari pikiran saya yang sedang terjebak di langit-langit kamar. Jika suka, tersenyumlah. Jika tidak? Naikkan alis matamu dan merengutlah, lalu tutup halaman ini dalam damai. :)
Adios...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar