Rabu, 28 Desember 2011

Rumah

ini apa, apa ini, kenapa gini perasaannya. Kenapa ga enak bawaannya.

hawanya lagi ga enak.
Rumit, sederhana, entahlah apa.
terkadang sesak, terkadang lega.
Agak tidak nyaman. Entah dimana nyamannya.
Benar, salah, sudah tak jelas lagi adanya.
Nasihat dua arah, siapa yang memberi, siapa yang diberi.
Aku pun tak mengerti.


ini tak sederhana, melainkan rumit adanya. Sudah menyangkut akar hati yang sedari lama sudah bertumbuh.

Aku percaya selalu ada damai disini, hanya kadang tertutup emosi.

Tapi aku, selalu rindu tempat ini.
Beserta ruangan masa kecil yang sekarang sudah tak dapat ditiduri lagi.
Orang-orangnya. Beberapa sudah mulai berpencar. Rantau.
Termasuk aku.
Selalu, akan aku rindukan senyuman-senyuman itu.
gertakan, teriakan, tawa, canda, kadang air mata, nada-nada tinggi, melodi dan segala rasa yang ada disini.

Dibalik perih yang pernah ada,
aku cinta. Semuanya.


Senin, 26 Desember 2011

Efan

Sepertinya ada yang salah di kepala ini.
Entah apa.
Semua bilang keluarkan saja.
Entah bagaimana mendeskripsikannya. Tidak dengan kata2. Tidak dengan lagu pula.
Entah apa.

Perasaaan yang sering tak tentu, kepercayaan yang pernah pudar dan kembali tumbuh lagi.
Hati melawan pikiran, dan pikiran melawan hati. Seperti ada lebih dari satu orang disini.
Tapi aku pun tak tahu siapa saja. Entah satu, dua, tiga, atau seribu.
Entah yang aku ada dimana.
Entah harus menuruti siapa.

Aku disini, yang jariku sedang menari.
Tidak bermain musik, tidak meramu nada.
Aku sedang bermain kata, ditengah pikiran yang carut marut.
Semakin pagi, waktu terus berganti.

Aku. Yang sulit mendeskripsikan perasaanku. Keinginanku. Entah apapun itu.
Kata kamu aku bingung, terlalu khawatir.


Aku berusaha peduli, tapi entah. Mungkin caranya salah.
Tapi aku tak mengerti. Kadang yang kau sampaikan padaku, bagiku adalah tidak peduli.

Aku tidak seperti kamu. Yang pandai menata kata-kata dan segala-galanya.

Tapi aku juga bisa menjadi kamu, segala apa yang kamu ucapkan tentangku.


Kalian tanyakan apa yang aku inginkan. Aku bingung. Aku tak terbiasa langsung menjawab. Kadang malah aku tak mampu.

Tulisan ini seperti menjadi mulut keduaku. Dimana kata-kata ini berserakan. Dan aku tahu hanya kamu yang melihatku menghamburkan kata-kata ini. Tak lama aku tulis, kau akan membacanya. Seperti yang aku lakukan pada setiap tulisanmu. Dan tak lama kemudian kau akan berbicara padaku tentang tulisan ini. Namun entah kali ini kau akan membahasnya atau tidak. Aku cukup yakin, hanya kamu yang tahu. Oh, mungkin beberapa orang disana yang tersesat disini.


Entah bagaimana mendeskripsikan tulisan ini.
hmm, mungkin...
Ah sudahlah.
Sudah pagi. Aku harus tidur.