Senin, 16 Agustus 2010

lima lagu tentang jakARTa

Kenapa harus lima? Padahal ada banyak lagu yang "berbau" Jakarta. Tapi tak apalah, berhubung saya diajak oleh Mas Ardi Wilda a.k.a. AWE  untuk turut serta menulis lima lagu tentang kota Jakarta versi saya. Jadi ya cukup lima lagu saja. Tidak lebih. :p

Sebenarnya saya bukan orang Jakarta. Hanya pernah menginjakkan kaki disana selama beberapa hari saja, kebetulan dalam beberapa waktu yang berbeda. Kota yang besar dengan penduduk yang jumlahnya besar. Jelas yang ada di pikiran adalah kepadatan dan kesemrawutan. Gedung-gedung kokoh menjulang tinggi seakan menunjukan kekokohan sang Ibukota yang layak menjadi pusat pemerintahan Indonesia. Disisi lain pemukiman padat penduduk juga turut menjadi warna yang berbeda dari kota ini. Kontras dengan kehidupan para elit yang tinggal di gedung-gedung tinggi yang bernama apartemen.


langsung saja,
lima lagu tentang jakARTa versi saya (Disusun secara acak) :

 The Adams - Berwisata
 Jelas lagu acapela ini menceritakan tentang perjalanan sepasang manusia yang menikmati perjalan keliling kota Jakarta. Lagu ini tak menceritakan tentang kesemrawutan ataupun segala permasalahan yang ada. Malah menceritakan tentang nikmatnya berjalan melewati gedung-gedung tua, menaiki bis trans Jakarta, apapunlah. Yang jelas mereka sedang berwisata dan menikmati suasana kota Jakarta.

Indra Aziz - Jakarta City Blues
Ini juga lagu acapela. Tapi berbeda dengan lagu Berwisata di atas. Lagu ini jelas menceritakan keadaan Jakarta sehari-hari. Macet, banjir, polusi, dll. Itu sudah biasa bagi orang Jakarta. Miris memang.


Iwan Fals - Sore Tugu Pancoran
Nah, kalau lagu ini menceritakan Jakarta dari sisi rakyat jelata. Dalam lagu ini, "si Budi" mencoba mengais rejeki di Ibukota, walau nyatanya ia masih anak-anak. Di jakarta memang banyak terdapat anak jalanan. Mengais sedikit rezeki demi membantu orang tua, namun tak sedikit juga yang dimanfaatkan oleh beberapa pihak tak bertanggung jawab. Realita Jakarta Bung! Disini anak-anak juga bekerja. Tak hanya di jalanan. Belakangan juga ada orangtua yang seakan memanfaatkan anaknya bekerja di dunia entertainment (televisi dan sejenisnya). Kasihan anak-anak itu.

Benyamin S. - Kompor Meleduk
Ati ati kompor mleduk! Sepertinya ini lagu yang pantas didendangkan sekarang ini. Begitu banyak tabung LPG meledak di negeri ini. Memang kompor dan tabung LPG berbeda. Tapi kalau tabungnya meledak, pasti kompornya juga ikutan kan? Paling tidak mental sedikitlah. hehe.
Sependengaran saya, lagu ini juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan. "Ayo ayo bersihin got", begitu secuplik lirik dari lagu tersebut.

Ondel-ondel
Nyok kite nonton ondel-ondel. NYOK!
Ini lagu bener-bener Jakarta abis dah. Lagu ini emang gak nyeritain realita dunia di Jakarta. Justru yang ada di lagu malah ondel-ondel bung! Ondel-ondel betawi yang merupakan ciri khas dari kota ini . Semua orang pasti tau lagu ini. Kalau mendengar lagu ini pastilah teringat  Jakarta. :)


Itulah jakarta dalam lima lagu pilihan saya. Sebuah ibukota yang memiliki beribu cerita.
Sekian dari saya untuk sementara,  selanjutnya terserah anda untuk menyikapinya. :)

Minggu, 08 Agustus 2010

3 malam lagi :(

Sudah sebulan lebih saya berada di Balikpapan dalam rangka liburan semester. Saya tidak melakukan banyak hal disini. Paling ya sekali-kali ketemu temen, ke tempat sodara, dan jalan-jalan. Tapi ya seringnya nongkrong di depan laptop gini. Berseluncur di dunia maya tanpa arah yang jelas. :(

Gak terasa hari rabu ntar udah mau balik ke Jogja lagi. Huh. Berarti hanya 3 malam lagi saya tidur di rumah ini. -Btw, saya udah gak punya kamar lagi disini. Kamar tidur saya udah dirombak jadi studio band. Buat nyari tambahan pemasukan (soalnya Papi udah pensiun)-

Disini saya tidur bareng adek saya yang baru masuk TK, plus Mami. Pasti kalo udah balik ke Jogja bakal ngangenin banget dah. Denger suara hiruk pikuk di rumah. Mulai dari tawa, canda, sampai amarah sesaat yang memuncak. Semua pasti bakal ngangenin.

Di jogja udah banyak kerjaan yang nunggu diberesin. Jadi sebisa mungkin saya harus nyelesain tanggung jawab saya di Jogja.
Kuliah lagi, sembari mencari jati diri..

Argh.. Semoga sisa hari saya di Balikpapan bisa bermakna.. :')

Belok pake reting dong!

"belok pake reting dong!"

kalimat di atas sangat ingin sekali saya teriakkan kepada pengendara yang belok gak pake reting a.k.a. lampu sein. Masih gak ngeh lampu sein? itu loh lampu yang letaknya di samping kiri dan/atau kanan lampu utama. Yang bisa kelap-kelip ituloh. Dah tau kan?

Sayangnya banyak orang yang mengabaikan lampus sein. Seakan2 lampu tsb gak penting. Padahal lampu itu ya gunanya jelas! Buat ngasih tanda kendaraan di depan/ belakang kalo kendaraan kita mau belok atau berhenti.

Tadi pagi baru aja ngeliat tabrakan motor di depan mata. Saya sekeluarga naik mobil nih. Disaat yang sama, dari arah berlawanan ada dua motor. Tiba2 motor yang kanan motong jalan di depan motor yang kiri, dan tebak... TANPA LAMPU SEIN!  Ya jelas aja motor yang kiri jatoh nabrak motor yang pengendaranya goblok itu. Motor goblok eh, pengendara goblok itu malah gakpapa. Masih berdiri dengan wajah tak berdosa, dan sekonyong-konyong koder melaju kembali ke arah di mau belok tadi. Beh. Gak tahan dah liat muka tuh orang gak bersalah benjet. Bangke abis dah. Untung motor yang celaka tadi gak parah. Orangnya bangun lagi dan nyoba ngejar motor goblok, eh pengendara goblok itu.

kira2 gini ilustrasinya:







Ckckckcckckckck..
Jaman sekarang masih ada aja orang bisa naek motor, tapi cuma sekedar naek2an doang. Disangkanya motor itu maenan kek game apa. Naek motor/mobil pake tanggung jawab bung! Itu gunanya sim ente. Ente punya sim, berarti ente siap bertanggung jawab! Bukan malah lari kabur, kayak tikus banci lari dikejar kucing.

pyuh, jengkel banget dah. Pagi2 mau ke gereja malah ketemu orang kayak gitu. sudahlah. Semoga tu orang segera sadar daripada kesalahannya. BLEH!

Selasa, 03 Agustus 2010

Di Atas Langit Masih Ada Langit

yeah, first post!


Cobalah sesekali beranjak dari tempat duduk anda, berjalan ke arah jendela, dan menengok ke luar. Di luar banyak sekali orang yang lebih hebat. Tidak sekedar duduk di singgasananya lalu berpuas diri. Berlarilah keluar rumah, dan belajar pada orang-orang itu. Janganlah jadi katak dalam tempurung. Cobalah keluar dan lihatlah.Jikalau anda merasa tetap yang terhebat, itu kembali ke diri anda sendiri. Apakah anda akan berkoar-koar seperti burung gagak kelaparan atau merunduk seperti padi yang berisi. :)