Teringat masa itu, aku mengantar ayah berangkat kerja di pagi buta.
Ayah mencari nafkah, di kota berbeda. Demi kami yang tinggal di sini.
Selang waktu, aku dewasa. Aku pergi mengejar mimpi di kota berbeda.
Dan sibuk mencari, sampai ku tak menyadari. Ayah semakin tua.
Pagi itu ku dapat kabar. Jantung ayah tak lagi berdetak.
Kalang kabut, hatiku remuk. "Tunggu sebentar yah, ku segera pulang."
Ayah tak lagi bergerak. Terdiam membiru.
Ayahku, ku ada di sisimu. Jangan lagi bersedih.
Siang itu aku bersiap. Mengantar ayah ke tempatnya.
Berbekal doa, mencoba ikhlas.
Dengan roket lintas dimensi, ayah akan berangkat.
Sampai nanti tiba waktunya, kami kan bertemu lagi.
--------------------------------------
Teruntuk papi terkasih, Hengky Toghas.
Efan kangen. Maaf tidak ada di sana saat papi pergi.
Sampai ketemu lagi ya pi.
Efan sayang papi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar